Dapatkan Lantai kayu Kelas 1 Harga Bersaing

Menyediakan Material kayu berkualitas, dengan harga lebih terjangkau dibandingkan kompetitor.

Lantai Kayu Parket

Daftar Jenis Kayu Dengan Kualitas Paling Rendah

Jenis kayu berkualitas rendah

Jenis kayu berkualitas rendah - Tentunya setiap jenis kayu memiliki karakteristik dan kualitas yang berbeda. 

Pada umumnya kualitas kayu akan dikategorikan kedalam dua jenis, yakni tipe kayu keras dan kayu lunak. 

Tipe kayu keras yang paling populer diantaranya seperti kayu bengkirai, ulin, merbau, hingga jati. 

Sedangkan tipe kayu lunak memiliki kualitas lebih rendah dari tipe kayu keras.

Nah, untuk mengetahui lebih jelasnya lagi mengenai jenis-jenis kayu dengan kualitas rendah, yuk simak langsung ulasan dibawah ini. 

9 Jenis Kayu Berkualitas Rendah

1. Kayu Albasia (Sengon)

Kayu albasia atau yang lebih populer dengan nama sengon, menjadi salah satu jenis kayu lunak yang paling laris dipasaran. 

Selain karena harganya yang relatif terjangkau, ketersediaan kayu sengon dipasaran juga selalu melimpah. 

Kayu Albasia (Sengon)

Secara visual, kayu ini mengusung warna putih kekuningan dengan pola serat yang khas. 

Adapun bobotnya yang cenderung ringan, sehingga membuatnya mudah diangkat maupun dipotong atau diolah sesuai kebutuhan. 

Akan tetapi, tingkat kepadatan kayu Albasia terbilang rendah yang membuat kekuatannya terbatas dan mudah retak saat terkena tekanan berat. 

Disisi lain, kayu ini juga tidak terlalu tahan terhadap serangan rayap dan jamur. 

Baca selengkapnya: Sifat-sifat Kayu Albasia

2. Kayu Jabon

Kayu Jabon tampil dengan warna cerah yang memiliki tekstur serat halus, sehingga ideal digunakan untuk kebutuhan peti kemas. 

Kayu Jabon

Namun, Kayu Jabon termasuk kedalam jenis kayu dengan kualitas rendah karena kepadatan dan kekuatannya yang rendah. 

Itu sebabnya, mengapa Kayu Jabon mudah penyok atau rusak ketika menopang tekanan berat. Bahkan, ketahanan alaminya terhadap jamur dan rayap juga tergolong rendah. 

Tanpa perlakuan khusus, Kayu Jabon akan mudah rusak saat digunakan di area yang lembab atau outdoor. 

3. Kayu Waru

Ciri khas Kayu Waru terdapat pada tampilannya yang berwarna cokelat muda hingga keabu-abuan, serta memiliki tekstur yang cukup halus. 

Bobotnya yang terbilang ringan dan mudah diolah, namun tingkat kekuatan yang dimilikinya sangatlah rendah. 

Kayu Waru

Kabarnya, Kayu Waru tidak terlalu tahan terhadap benturan kerasn dan tekanan berat. Sehingga ia tidak cocok digunakan untuk elemen struktural. 

Tak hanya itu, Kayu Waru juga tidak tahan terhadap kelembapan tinggi dan serangan rayap. 

Oleh karenanya, ia membutuhkan lapisan finishing khusus agar tidak mudah mengalami pelapukan. 

Pada pengaplikasiannya, Kayu Waru biasa digunakan untuk industri kerajinan tangan, ukiran, komponen interior, hingga furniture ringan. 

4. Kayu Kapuk 

Selanjutnya ada Kayu Kapuk yang memiliki warna pucat dengan tekstur lunak dan berbobot sangat ringan. 

Berkat teksturnya yang lunak, kayu ini mudah dipotong dan dibentuk sesuai kebutuhan. 

Kayu Kapuk

Akan tetapi, Kayu Kapuk memiliki kekuatan struktural yang rendah sehingga membuatnya mudah resak saat terkena benturan keras dan tekanan berat. 

Bahkan, ketahanan alaminya terhadap serangan rayap, jamur, dan perubahan cuaca sangatlah buruk. 

Jika digunakan di area yang lembab, biasanya Kayu Kapuk mudah lapuk dan membusuk. 

Nah, karena hal inilah yang membuat Kayu Kapuk lebih cocok dimanfaatkan untuk pembuatan korek api, kerajinan tangan, cetakan, dan produk yang tidak membutuhkan daya tahan panjang. 

Baca juga: Jenis Kayu Keras

5. Jenis-jenis Kayu Lainnya

Selain keempat jenis diatas tadi, masih ada lagi beberapa jenis kayu berkualitas rendah lainnya yang harus diketahui seperti berikut: 

  • Kayu dadap: sangat ringan dan mudah retak.
  • Kayu balsa: sangat ringan dengan kekuatan struktural rendah.
  • Kayu pule: lunak dan kurang tahan terhadap cuaca.
  • Kayu meranti putih: relatif ringan dan kurang tahan terhadap serangga.
  • Kayu jati putih: Struktur yang tidak terlalu padat dan rentan terhadap rayap

Nah, itu dia beberapa jenis kayu dengan kualitas paling rendah, sehingga bisa anda jadikan sebagai bahan penambah wawasan.