Kenali Kayu Ulin (Bulian) Dari Karakteristik Sampai Kegunaan
Kayu Ulin atau kayu bulian banyak tumbuh di daerah Kalimantan dan merupakan daerah endemik dari kayu ulin.
Ada banyak manfaat dari kayu ulin untuk kehidupan kita. Didaerah asalnya yaitu Kalimantan,kayu Ulin biasa digunakan untuk tiang utama sebuah bangunan atau dijadikan tiang jembatan.
Ciri-ciri kayu Ulin :
Ciri-ciri kayu Ulin :
- Tekstur kayu kuat dan keras
- Tahan lama
- Tidak mudah membusuk
- Tahan air
- Dan masih banyak lagi keunggulan dari kayu Ulin
Mengenal Karakteristik Kayu Ulin (Bulian)
Kayu ulin berasal dari pohon yang tumbuh dengan ukuran sangat besar, dimana ketinggiannya bisa mencapai 50 m, dengan diameter bisa di atas 1 m.
Disamping itu, ia juga memiliki usia pertumbuhan yang cukup lama, yakni hingga ratusan tahun.
Jenis pohon kayu yang satu ini memang tumbuh subur di kawasan hutan tropis Kalimantan, yang mana batang pohonnya sering digunakan oleh masyarakat Suku Dayak untuk berbagai keperluan konstruksi maupun properti.
Hal itu bukan tanpa alasan, dikarenakan kayu ulin memiliki tekstur yang sangat keras dibanding dengan jenis kayu lainnya.
Baca juga: Jenis Kayu Jati
Ya, karena hal tersebutlah yang membuat kayu ulin selain dikenal sebagai kayu bulian juga sering dijuluki dengan nama "Kayu Besi".
Jika pohon tersebut di tebang atau roboh, namun selama akarnya masih tertanam, maka ia tetap bisa tumbuh tunas baru (coppice).
Nah, tunas tersebutlah yang dapat di budidayakan ulang ke tempat baru, atau dibiarkan di tempat awal menjadi pohon yang baru.
Menurut informasi yang didapat, proses pembudidayaan pohon kayu ulin ini tergolong cukup mudah.
Hal itu terbukti, dimana dalam 1 biji kayu Ulin saja mampu tumbuh beberapa bibit pohon kayu Ulin. Adapun mengenai beberapa keunggulan dan kekurangan dari kayu ulin seperti dibawah ini :
Keunggulan Kayu Ulin
1) Ketahanan & Keawetan Kelas 1
Kayu ulin termasuk dalam kategori kayu dengan kelas awet dan kelas kuat 1, artinya daya tahannya berada di tingkat tertinggi dibandingkan kayu tropis lainnya.
Dengan perawatan yang tepat, kayu ulin bisa digunakan hingga puluhan bahkan ratusan tahun, sehingga sangat ideal untuk konstruksi permanen seperti jembatan, dermaga, atau tiang bangunan.
2) Kerapatan Tinggi & Tidak Mudah Lapuk
Struktur serat kayu ulin yang padat menjadikannya sangat tahan terhadap kelembapan dan serangan organisme perusak kayu, seperti rayap maupun jamur.
Inilah alasan mengapa kayu ulin sering dipilih sebagai decking outdoor atau material bangunan di daerah berair.
3) Tahan Api Alami
Berbeda dengan kayu pada umumnya yang mudah terbakar, kayu ulin terbukti memiliki daya tahan tinggi terhadap api.
Sifat ini membuatnya lebih aman digunakan pada bangunan publik maupun rumah tinggal di daerah tropis dengan risiko suhu tinggi.
4) Stabil Terhadap Perubahan Cuaca
Kayu ulin memiliki tingkat stabilitas dimensi yang sangat baik, artinya tidak mudah mengalami pemuaian atau penyusutan berlebihan saat terkena perubahan suhu dan kelembapan.
Hal ini menjadikannya material favorit untuk lantai kayu outdoor, decking kolam renang, maupun plafon.
5) Kekerasan Ekstrem & Daya Tahan Beban Berat
Dijuluki sebagai “kayu besi”, tingkat kekerasan kayu ulin sangat tinggi sehingga tidak mudah tergores atau pecah.
Inilah mengapa kayu ulin sangat cocok dijadikan bantalan rel kereta api, tiang rumah, pagar, maupun papan tangga yang membutuhkan daya tahan maksimal.
Kelemahan Kayu Ulin
Kayu ulin termasuk pohon dengan masa pertumbuhan yang sangat lama, bahkan bisa mencapai ratusan tahun hingga siap ditebang.
Hal ini membuat ketersediaannya di alam terbatas. Jika penebangan tidak dibarengi dengan program reboisasi, keberadaan kayu ulin bisa terancam punah.
2) Sulit Dikerjakan untuk Furniture
Tingkat kekerasan yang menjadi keunggulan kayu ulin ternyata juga menjadi kendala dalam proses produksi.
Kayu ulin sulit dipotong, dipaku, maupun dipahat sehingga kurang cocok digunakan untuk furniture modern yang membutuhkan detail presisi.
3) Harga Tinggi di Pasaran
Karena langka dan permintaannya tinggi, harga kayu ulin di pasaran relatif lebih mahal dibandingkan kayu tropis lainnya seperti merbau atau bengkirai.
Namun, tingginya harga ini sebenarnya sebanding dengan umur pakai yang panjang dan nilai investasi jangka panjang.
Nah, setelah mengetahui seluk beluk dari pohon kayu ulin, mari kita ke pembahasan selanjutnya mengenai pemanfaatan kayu ulin untuk berbagai kebutuhan.
Penggunaan Kayu Ulin
1. Decking
Decking merupakan material pelapis lantai yang biasa diaplikasikan di area outdoor, seperti taman, halaman, balkon, rooftop, tepian kolam, dan lain sebagainya.
Kayu ulin menjadi salah satu jenis kayu yang paling cocok dijadikan bahan baku decking, karena karakteristiknya yang tahan terhadap rayap dan cuaca ekstrim.
Terlebih strukturnya yang padat dan keras, sehingga deck kayu ulin mampu menahan beban berat dan tahan benturan.
Dari segi tampilan, decking ulin hadir dengan warna cokelat tua namun akan berubah menjadi hitam pekat seiring waktu pemakaian.
Baca selengkapnya: Decking Kayu Ulin
2. Struktur Jembatan Kecil dan Tiang Penyangga
Dikarenakan teksturnya yang keras dan padat, kayu ulin pun kerap digunakan untuk kebutuhan struktur jembatan kecil, tiang penyangga, hingga tiang dermaga.
Hal itu bukan tanpa alasan, karena ia mampu menahan beban berat dan tekanan mekanis dalam jangka panjang tanpa mengalami deformasi yang signifikan.
Disisi lain, kayu ulin juga tahan terhadap serangan rayap dan jamur yang membuatnya lebih awet dibandingkan dengan jenis kayu keras lainnya.
3. Pagar dan Fasad Bangunan
Bagi anda yang menyukai tampilan natural dan elegan, maka pagar dan fasad bangunan dari kayu ulin merupakan pilihan paling tepat.
Pagar dari kayu ulin tahan terhadap benturan, guyuran hujan, sinar matahari, kelembapan, dan tidak mudah lapuk.
Begitu pun dengan fasad bangunan berbahan kayu ulin yang dapat meningkatkan ketahanan struktur bangunan, sekaligus meningkatkan nilai estetika.
Demikianlah penjelasan singkat mengenai seluk-beluk kayu ulin, sehingga bisa anda jadikan sebagai bahan penambah wawasan.




