Sedia Decking Kayu Merbau Untuk Taman Dan Teras Rumah
Decking Kayu Merbau - Selain Ulin dan Bengkirai, jenis kayu ideal lain untuk area outdoor adalah kayu Merbau.
Anda mungkin salah satu orang yang beruntung dengan mengetahui lebih awal akan kegagahan dari Decking kayu Merbau ini.
Tidak mudah muai susut, anti rayap, tahan perubahan cuaca, adalah beberapa keungggulan dari deck Merbau.
Spesifikasi Lengkap Decking Kayu Merbau
Decking Kayu Merbau
Decking kayu Merbau adalah pilihan terbaik untuk mempercantik area outdoor seperti taman, rooftop, teras, dan pinggiran kolam renang.
Kayu Merbau terkenal sangat keras, tahan terhadap cuaca ekstrem, dan memiliki warna coklat kemerahan yang elegan alami tanpa perlu finishing berlebihan.
Mengenal Karakteristik Kayu Merbau
Dapatkan produk lantai kayu berkualitas dengan harga kompetitif. Kami siap membantu Anda memilih produk terbaik sesuai kebutuhan.
Konsultasikan Kebutuhan Anda!
Hubungi tim Rumah Parket untuk informasi harga, stok dan konsultasi produk.
☎️ HUBUNGI WHATSAPP SEKARANGwww.rumahparket.net
- Kelas kekuatan
Termasuk kategori kayu keras berat (kelas I–II). - Kelas keawetan
Sangat awet, bisa bertahan lebih dari 25 tahun jika dirawat dengan benar. - Densitas (tingkat keras)
±850–900 kg/m³, artinya sangat padat dan solid. - sipat muai susut
Rendah tingkat muai susut, sehingga cocok untuk iklim tropis Indonesia yang lembap.
Aspek
Decking Merbau
Decking Bengkirai
Decking Ulin
Asal / Sebaran
Papua, Maluku, Sulawesi — kayu tropis timur Indonesia.
Kalimantan & Sumatra — banyak dipakai untuk decking komersial.
Kalimantan (Borneo) — kayu lokal yang sangat tahan air dan lapuk.
Densitas / Berat
Tinggi (±850–900 kg/m³) — padat dan terasa solid saat diinjak.
Sedang-tinggi (±700–800 kg/m³) — kuat namun sedikit lebih ringan dari Merbau.
Sangat tinggi (±1000+ kg/m³) — sangat berat dan super padat.
Kelas Keawetan
Kelas I–II: sangat awet terhadap jamur & rayap.
Kelas II–III: awet, tapi perlu finishing ekstra untuk jangka panjang.
Kelas I: salah satu yang paling awet & tahan air (ideal untuk laut).
Tampilan & Warna
Cokelat kemerahan eksotis; menjadi lebih matang seiring waktu.
Kuning kecoklatan alami; tampak lebih rustic dan natural.
Cokelat tua hingga kehitaman; tampilan sangat solid dan elegan.
Stabilitas Dimensi
Baik — relatif stabil di iklim tropis jika dikeringkan benar.
Cukup baik, tapi rawan sedikit melengkung jika tidak kering sempurna.
Sangat stabil — cocok untuk kondisi basah & paparan laut.
Perawatan
Oles decking oil tiap 6–12 bulan; bersihkan lumut & debu rutin.
Perlu finishing UV & oil; cek sambungan berkala.
Minimal perawatan meski tetap dianjurkan finishing lasur untuk estetika.
Harga Tipikal (perkiraan)
Rp 470.000 – Rp 550.000 / m² (grade & panjang mempengaruhi).
Rp 380.000 – Rp 450.000 / m² (lebih ekonomis).
Rp 850.000 – Rp 1.200.000 / m² (premium/terbatas).
Kelebihan Utama
Kuat, tahan rayap, tampilan mewah, cocok untuk area kolam & teras.
Harga lebih terjangkau, mudah diperoleh, tampilan natural.
Tahan air & lapuk paling baik; usia pakai sangat panjang (puluhan thn).
Kekurangan Utama
Dapat mengeluarkan tanin awal; berat; perlu alat tajam saat pemasangan.
Kurang tahan rayap dibanding Merbau/Ulin; perlu pengeringan optimal.
Harga sangat tinggi; stok terbatas; sulit dikerjakan karena sangat keras.
Rekomendasi Penggunaan
Kolam renang, rooftop, teras, area publik premium.
Taman rumah, jalan setapak, teras sederhana, proyek budget-friendly.
Dermaga, tepi laut, proyek komersial premium, area lembab ekstrim.
| Aspek | Decking Merbau | Decking Bengkirai | Decking Ulin |
|---|---|---|---|
| Asal / Sebaran | Papua, Maluku, Sulawesi — kayu tropis timur Indonesia. | Kalimantan & Sumatra — banyak dipakai untuk decking komersial. | Kalimantan (Borneo) — kayu lokal yang sangat tahan air dan lapuk. |
| Densitas / Berat | Tinggi (±850–900 kg/m³) — padat dan terasa solid saat diinjak. | Sedang-tinggi (±700–800 kg/m³) — kuat namun sedikit lebih ringan dari Merbau. | Sangat tinggi (±1000+ kg/m³) — sangat berat dan super padat. |
| Kelas Keawetan | Kelas I–II: sangat awet terhadap jamur & rayap. | Kelas II–III: awet, tapi perlu finishing ekstra untuk jangka panjang. | Kelas I: salah satu yang paling awet & tahan air (ideal untuk laut). |
| Tampilan & Warna | Cokelat kemerahan eksotis; menjadi lebih matang seiring waktu. | Kuning kecoklatan alami; tampak lebih rustic dan natural. | Cokelat tua hingga kehitaman; tampilan sangat solid dan elegan. |
| Stabilitas Dimensi | Baik — relatif stabil di iklim tropis jika dikeringkan benar. | Cukup baik, tapi rawan sedikit melengkung jika tidak kering sempurna. | Sangat stabil — cocok untuk kondisi basah & paparan laut. |
| Perawatan | Oles decking oil tiap 6–12 bulan; bersihkan lumut & debu rutin. | Perlu finishing UV & oil; cek sambungan berkala. | Minimal perawatan meski tetap dianjurkan finishing lasur untuk estetika. |
| Harga Tipikal (perkiraan) | Rp 470.000 – Rp 550.000 / m² (grade & panjang mempengaruhi). | Rp 380.000 – Rp 450.000 / m² (lebih ekonomis). | Rp 850.000 – Rp 1.200.000 / m² (premium/terbatas). |
| Kelebihan Utama | Kuat, tahan rayap, tampilan mewah, cocok untuk area kolam & teras. | Harga lebih terjangkau, mudah diperoleh, tampilan natural. | Tahan air & lapuk paling baik; usia pakai sangat panjang (puluhan thn). |
| Kekurangan Utama | Dapat mengeluarkan tanin awal; berat; perlu alat tajam saat pemasangan. | Kurang tahan rayap dibanding Merbau/Ulin; perlu pengeringan optimal. | Harga sangat tinggi; stok terbatas; sulit dikerjakan karena sangat keras. |
| Rekomendasi Penggunaan | Kolam renang, rooftop, teras, area publik premium. | Taman rumah, jalan setapak, teras sederhana, proyek budget-friendly. | Dermaga, tepi laut, proyek komersial premium, area lembab ekstrim. |


