Seberapa Bagus Kualitas Kayu Kapur? Yuk, Kita Cek Infonya
Dalam industri konstruksi dan mebel, kayu kapur memang sudah bukan lagi material yang asing.
Meski namanya tidak sepopuler kayu jati maupun ulin, namun kayu ini memiliki beragam keunggulan yang membuatnya banyak digunakan untuk berbagai kebutuhan.
Lantas, bagaimana dengan spesifikasinya? Nah, biar gak penasaran mending simak langsung ulasannya dibawah ini.
Seluk Beluk Kayu Kapur
1. Asal dan Karakteristik
Kayu kapur berasal dari pohon Genus Dryobalanops yang tumbuh subur dikawasan hutan tropis Indonesia, seperti Kalimantan dan Sumatera.
Dijuluki dengan naman “kapur”, karena ia memiliki aroma khas yang mirip kapur barus saat baru dipotong.
Secara visual kayu kapur tampil dengan warna yang cukup bervariasi, mulai dari cokelat muda, cokelat kekuningan, hingga cokelat kemerahan.
Adapun serat kayunya yang cenderung berbentuk lurus, namun terkadang juga agak berpola yang membuatnya terlihat menarik.
Disisi lain, tekstur kayu kapur bisa dibilang agak kasar dengan bobotnya mulai dari kategori sedang hingga berat.
Itu sebabnya, mengapa kayu kapur sangat ideal digunakan untuk berbagai kebutuhan termasuk konstruksi bangunan.
2. Keunggulan Kayu Kapur
Tingkat kekuatan kayu kapur memang cukup baik, sehiingga dapat digunakan untuk berbagai elemen bangunan.
Dalam bidang ini, kayu kapur kerap diandalkan untuk dijadikan kusen, rangka atap, balok, hingga komponen struktural kelas ringan dan menengah.
Meski teksturnya agak keras, ternyata kayu kapur cukup mudah dipotong, dibor, atau dipaku.
Tentunya keunggulan ini dapat memudahkan proses pengerjaan, sehingga sangat membantu dalam menghemat waktu maupun biaya produksi.
Dari segi harga, bahkan kayu kapur relatif terjangkau dibanding dengan jenis-jenis kayu premium seperti jati, merbau, atau ulin.
Bahkan yang lebih menariknya lagi, kayu kapur tersedia kedalam ukuran besar yang membuatnya bisa diolah menjadi beragam dimensi sesuai kebutuhan.
3. Kekurangan Kayu Kapur
Dibalik keunggulannya, terdapat juga beberapa kekurangan dari kayu kapur yang harus diketahui.
Jika tidak diberi perlindungan tambahan, biasanya kayu kapur mudah terserang oleh rayap maupun hama serangga lainnya.
Tak hanya itu, ia juga memerlukan proses pengeringan dengan baik agar tidak mudah mengalami perubahan bentuk seperti melengkung atau retak akibat penyusutan.
Dengan kata lain, kayu kapur kurang cocok digunakan di area outdoor yang langsung berhadapan dengan cuaca ekstrim secara menerus.
Apabila ingin digunakan untuk outdoor, maka kayu kapur harus diberi dulu perlindungan tambahan seperti coating anti UV dan cairan anti rayap.
4. Aplikasi Kayu Kapur
Dikarenakan karakteristiknya yang cukup fleksibel, kayu ini cocok digunakan untuk berbagai kebutuhan.
Ya, kayu kapur kerap digunakan untuk bahan kusen maupun daun pintu karena teksturnya yang cukup kokoh, mudah dibentuk, serta harganya relatif terjangkau.
Terlebih saat diberi sentuhan finishing, sehingga tampilannya terkesan berkelas.
Tak hanya dijadikan kusen dan daun pintu, kayu kapur juga cukup ideal digunakan untuk konstruksi rangka atap.
Bahkan, kayu kapur bisa digunakan sebagai bekisting (papan cetakan beton) dan dijadikan beragam kebutuhan sementara selema proses pembangunan berlangsung.
Dalam bidang mebel, kayu ini memang selalu diandalkan untuk dibuat menjadi meja, kursi, rak penyimpanan, lemari, dipan, dan sebagainya.
Melalui sentuhan finishing yang tepat, furniture dari kayu kapur benar-benar terlihat modis dan elegan.
Demikianlah penjelasan singkat mengenai seluk beluk kayu kapur, sehingga bisa anda jadikan sebagai bahan penambah wawasan.




